Saturday, March 21, 2009

The Red Sapphire



Restoran yang buka hanya pada jam makan siang dan jam makan malam ini memberikan kesan yang exclusive sekali.. terus terang saya sempat tidak berani mencoba makan disitu, tapi atas dorongan seorang sobat, saya memberanikan diri untuk mencoba makan siang di The Red Sapphire (dengan was-was)...

Begitu masuk, langsung bisa kita lihat hiasan-hiasan yang terlihat mahal, seperti gading gajah, tulisan-tulisan china kuno, lukisan-lukisan, guci-guci antik, serta beberapa om-om senang yang duduk-duduk bercanda... Terus terang hal itu membuat hati makin dag-dig-dug gak karuan memikirkan berapa uang yang harus dikeluarkan untuk icip-icip kali ini, jangan-jangan ini yang paling mahal dari semua post yang lain...

Contoh hiasannya :


Beberapa lama setelah berdiri mengagumi hiasan restoran, saya dan yayang disambut hangat oleh seorang pelayan dari kejauhan (seharusnya dari belum masuk juga uda disapa, tapi ga ada orangnya), kami diantar sampai meja, dan kami diberikan selembar list menu dim sum yang sepertinya familiar buat kami...

Menu dimsum :


Saya (S) : "Mbak, kok mirip kayak yang di Cuisine-Cuisine*, yach ?"
Dia (D) :"Iya Pak, kami dan Cuisine-cuisine sama kok, satu dapur"
S : "Oh yach ?? kalo satu dapur terus kenapa musti dua nama ?"
D : "Yang ini hanya untuk Lunch dan Dining saja pak, lalu kami juga specialized di Seafood"
S : "terus apa harganya sama ?"
D : "Iya pak, tapi disini tax lebih tinggi..."
S : "........."
D : "..."
S : "..............."
D : "untuk ruang VIPnya"
S : "oooo"
*(Cuisine-Cuisine adalah nama restoran juga di Pluit Junction, terletak tepat di atas Red Sapphire)

Sambil menunggu pesanan kami diberikan :


Jangan kirain gratis yach... Pickle : Rp. 8.000,-

Pesan atau tidak pesan, harga kacang rasa MSG dengan sedikit teri ini Rp. 8.000,-... kalau kata temen-temen, kalau mau gratis ada trick nya, protes aja pas datang tagihan dengan intinya bilang "kan tidak pesan"... hehe, tapi saya gak ah...

Berhubung seafood adalah spesialisasi dia, kami ditawarkan makan siang seafood... kami diantar sampai ke aquariumnya, disini ada beberapa makhluk laut yang bisa kita lihat sedang berenang dan berusaha kabur... ada semacam kerang, udang, semacam penyu, dan berbagai macam ikan...

Seafood yang katanya specialized :



Dari Aquarium itu kami memesan :

4 ekor Kerang Ketok (@ Rp. 10.000,-) - Dimasak saos XO
[Pada gambar aquarium ada di baris paling bawah urutan kedua dari kiri]

2 Nasi Putih (@ Rp. 5.000,-)

yang datang :



Seperti yang pernah saya katakan di post pertama saya, saya bukan orang yang bisa makan pedas cabai, sebelum memesan menu ini, saya tanyakan apakah pedas atau tidak, dia bilang pedas dari XO-nya saja, saya pikir saya bisa makan... tapi dari yang datang saja sudah terlihat jelas cabe kering yang mereka gunakan...

Pada restoran biasa, saya kadang mengancam, saya katakan "Maksud kamu 'tidak pedas' atau 'pedas sedikit saja' ? karena saya alergi pada cabai, kalau saya kelojotan situ yang tanggung jawab" tapi saya lengah disini... menyebalkan... (jadi curhat nih, hehe)

Back to the review, review rasa dari yayang dikatakan, rasa XOnya tidak berasa sama sekali, dia memakai terasi dan udang kecil-kecil sebagai bumbunya, ada soun sebagai isinya (supaya ga terlihat sedikit kali ?), terlalu banyak minyak, tapi overall enak... biasanya saya protes, tapi karena yayang bilang enak ya uda deh, ga jadi protes... :P hehe...


Pesan 4 pcs dapat 4 piring, hohoho...


Sup Perut Ikan dan Kepiting (Rp. 38.000,-)
Pada menu


Aslinya



Sup kental ini berisi perut ikan dan kepiting, tidak berasa manis seperti sup kepiting pada umumnya, tapi lebih berasa perut ikannya... cukup banyak perut ikan yang dipakai, tapi tidak dengan kepitingnya...


Tumis Sapi Dengan Lada Hitam & Madu (Rp. 68.000,-)
Pada menu

Aslinya



Sapi yang dihidangkan benar-benar lembut, rasa dari menu yang ini ladanya benar-benar kuat, brokoli yang digunakan pun segar dan enak, tapi kacang mede menurut kami malah gak cocok... kalau mau coba masakan sapi, coba sapi lada hitamnya aja... hehe, kalau benar dia satu dapur dengan Cuisine-cuisine, maka Sapi lada hitamnya highly recommended...


untuk minumnya :
2 Chinese Tea (@ Rp. 5.000,-) - Chrisantium Tea - Free Refill



Chinese Tea di The Red Sapphire ini dihitung per orang, bukan per teko, oleh karena itu jika kamu datang berdua, kamu boleh pesan Chrisantium dan Grean Tea sekaligus, atau kombinasi yang lain, harganya tetap 5.000 per orang (free refill dengan air panas) dengan begitu kamu bisa mencoba teh-teh lainnya juga... Meskipun begitu, teh mereka rasanya hampir sama satu sama lain karena rasanya hambar...


Total + Tax 10% = Rp. 191.400,-






Nilai
  • Kebersihan : 8/10 - Sendok emasnya pada terkelupas, membuatku ragu menggunakannya.
  • Pelayanan : 6/10 - Makan ditungguin benar-benar tidak nyaman, nengok sedikit "ada yang bisa saya bantu pak ?" selain itu saya masih sebel sama kerang yang pedas itu...
  • Rasa makanan : 6/10 - Tapi sapinya patut dicoba
  • Harga : 6/10 - Memang mahal
  • Suasana Restoran : 8/10 - Oke lah

3 comments:

  1. kok ada percakapan yg disensor? :p

    ReplyDelete
  2. itu bukan disensor, tapi gw diem menatap si pelayan, si pelayan juga diam, gw diem lagi sampe si pelayan sadar untuk menambahkan "Tax lebih tinggi itu untuk VIP Room" :D

    ini bentuk lain dari "berbicara dari hati ke hati"..

    ReplyDelete
  3. Dulu pertama buka, kokinya dr luar semua(HK,SGP,Malay) makanya mahal ...

    ReplyDelete